Beradaptasi sebagai kebutuhan

Belajar untuk adaptasi, Adaptasi dengan Belajar
CEO Words

Senin, 29 Februari 2016
Alhamdulillah, satu bulan sudah Saya hadir menulis setiap harinya. Alhamdulillah, tidak ada hari yang terlewati dengan tidak menulis. Semoga bisa terus tekun.
Setiap hari jumat, kami KeKe Group melakukan program Jum’ah Ramah. Kami mengawali pagi dengan dhuha, doa dan ramah tamah dengan kudapan sederhana. Itu kami lakukan dari jam 8.15 sd 9.30.
Mulai jam 9.30 sd 11.30, kami mengadakan sharing session. Kami mengundang mereka yang memiliki topik-topik menarik untuk kemajuan bisnis kami. Hari jumat kemarin, Saya berterima kasih kepada Pak Herri KUBIK. Terima kasih telah berkenan berbagi di KeKe Group.
*****
Adaptasi. Itulah tema besar yang dibahas di Learning Day jumat lalu. Kemampuan beradaptasi menjadi kekuatan kunci bertahan hidup. 
Sepanjang usia bumi kita, ada organisme yang berhasil hidup melintasi zaman dan ada yang punah. Dinasaurus salah satunya. Apapun teori yang berkembang tentang punahnya dinasaurus, teori terkuat dari punahnya dinasaurus adalah ketidak mampuannya beradaptasi pada perubahan yang terjadi. Punah.
Baik organisme, maupun organisasi, pasti akan mengalami yang namanya hantaman perubahan. Hanya organisasi yang adaptive-lah yang mampu melewati segala perubahan. Ketika sebuah organisasi gagap beradaptasi, maka dapat dipastikan organisasi tersebut tidak akan bertahan.
Adaptasi berarti lentur mengikuti perubahan.

Adaptasi artinya mampu segera merespon hal-hal diluar perencanaan.

Adaptasi artinya mampu mengatasi pasar yang cenderung unik dan cair.

Adaptasi artinya mampu melawan kebiasaan lama, dan menggantinya dengan budaya yang lebih baik.
*****

Salah satu cara untuk mampu cepat beradaptasi adalah “Belajar”. Karena belajar berarti berusaha memahami bagaimana gerak pasar saat ini. Belajar berarti mengumpulkan informasi untuk kemudian mengolahnya sebagai langkah nyata. 

Maka berhati-hatilah organisasi yang tidak suka belajar. Hati-hati jika organisasi Anda tergolong yang jarang mendengarkan paparan para cendikia. Hati-hati jika organisasi bisnis Anda tidak menganggarkan diri untuk belajar. Bahaya sekali.

Salah satu sebab mengapa ada organisasi bisnis yang punah adalah karena mereka tidak sanggup beradaptasi. Dan mengapa ada organisasi yang tidak sanggup beradaptasi? Karena kemungkinan besar, mereka tidak tahu bagaimana langkah merespon perubahan.

Selamat beradaptasi..

Rendy Saputra.

CEO KeKe Group


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s